Kepala Departemen Pewarisan Jiwa Samangat Nilai-nilai 1945 (JSN ’45) DPP LVRI Mayjen TNI (Purn) Drs. H Rudjiono mengatakan JSN ’45 sebagai modal utama yang harus melekat menjadi jiwa bangsa, diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disesuikan  dalam konteks ruang, waktu, dan kondisi.

Hal itu dikatakan Ketua Departemen Pewarisan JSN ’45 DPP LVRI dalam paparannya di hadapan Pimpinan DPP LVRI, Wantimpus LVRI, YGVRI, YKDP, dan Inkoveri; di Aula Karya Dharma Gedung Veteran, Jakarta, Jumat (3/7/2026) pagi. Paparan yang bertema  “Nilai-nilai Kejuangan 1945” dilanjutkan dengan diskusi dan masukan-masukan untuk Departemen Pewarisan JSN ’45.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Waketum I DPP LVRI Letjen TNI (Purn) Muzani Syukur yang mewakili Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri. Dengan paparan itu akan mempertebal keyakinan kita tentang pentingnya Pewarisan JSN ’45 demi kehidupan Bangsa Indonesia yang lebih baik.

Menurut Kepala Departemen Pewariwan JSN ’45, pada era globalisasi ini nilai-nilai yang berkembang adalah keterbukaan, kebebasan, hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan anti-masalah bangsa. Sedangkan  nasionalisme/JSN ’45 memiliki nilai-nilai kesetiakawanan, kepahlawanan/keptriotan dengan nilai dasar Proklamasi dan UUD ’45.

Juga dikemukakan masalah bangsa saat ini dan belum jadi musuh bersana adalah korupsi, kemiskinan, kebodohan, pengangguran, gerakan radikal, ideologi baru dan fundamentalisme, terorisme, separatism, narkoba, nilai-nilai baru yang negatif, Pancasila luntur, pemahaman sejarah perjuangan menurun, dan disrupsi TIK (teknologi, informasi, dan komunikasi).

Sementara implementasi nilai kejuangan JSN ’45, jelas Panglima Divisi Infanteri-1/Kostrad tahun 2002 itu adalah bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rasa senasib sepenanggungan dalam membela bangsa dan negara, persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi kehormatan bangsa, pengabdian kepada bangsa dan negara, tidak berkhianat kepada bangsa dan negara, sederajat dengan bangsa lain, berani, dan rela berkorban.

“Pantang mundur dan tidak kenal menyerah, percaya pada kekuatan sendiri, sikap militan, ulet dan tabah menghadapi rintangan, sepi ing pamrih rame ing gawe, percaya pada hari depan gemilang, anti-penjajah dan penjajahan, menjadi  contoh dan teladan, pikiran, perasaan, dan tindakan ditunjukkan untuk kepentingan bangsa dan negara,” sambung Mayjen TNI (Purn) Rudjiono.*