Rasa “haus” masyarakat akan tontonan berkualitas, khususnya di Jakarta, Kamis (14/5/2026) petang terobati. Ratusan orang, terutama dari Keluarga Besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) memperoleh kesempatan menonton drama musikal berjudul “Mar” di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1, Jl Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Drama musikal produksi ArtSwara yang menampilkan para pemain jempolan dalam “Mar”, mampu menghipnotis para penonton. Banyak penonton awalnya menduga drama yang berdurasi sekitar 3 jam itu membosankan dan monoton, tapi ternyata tidak! Tontonan itu benar-benar layak dan enak ditonton, sehingga drama musikal itu sayang kalau diputus ditengah jalan.

ArtSwara adalah rumah produksi musikal dan hiburan, khususnya di bidang seni pertunjukan, yang didirikan pada tahun 7 Agustus 2009. Tahun ini, ArtSwara  kembali menggelar drama musikal yang berjudul “Mar” itu, yang sebelumnya telah dipentaskan pada tahun 2025

Pertunjukan itu mengangkat kisah cinta dan perjuangan dengan latar belakang peristiwa sejarah Bandung Lautan Api tahun 1946, yang terinspirasi dari lagu-lagu karya seniman  legendaris Indonesia, Ismail Marzuki.

 Perjunjukan drama musikal “Mar” diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” itu mengangkat perjuangan dan pengorbanan berlatar belakang  masa Kemerdekaan Indonesia yang diwarnai kisah cinta antara Sersan Mayor Mar (diperankan oleh Gabriel Harvianto, putra almarhum Marsda TNI (Purn) Sutjipto) dan perawat Aryati (yang diperankan oleh Galabby Thahira).

Drama yang disutradai oleh Maera Panigoro dengan penata musik Dian HP didukung oleh sekitar 20 orang pemain,  enak dan layak ditonton. Tidak hanya gambaran perjuangan dan percintaan, tapi dialog-dialog yang memancing gelak tawa mewarnai sepanjang cerita. Bahkan para penonton hatinya bergetar dan menitikkan air mata, ketika  Sersan Mayor Mar menghembuskan nafas terakhir setelah menyelamatkan anak buahnya dari serangan Sekutu.

Sebelum pertunjukan, Keluarga Besar LVRI selain memperoleh undangan khusus, juga ditempatkan di Ruangan VIP. Tempat menontonpun juga telah ditentukan untuk LVRI.

Setelah drama musikal berakhir, Wakil Ketua Umum II DPP LVRI Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro atas nama Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri yang berhalangan hadir, menyerahkan Plakat LVRI kepada Maera Panigoro dengan latar belakang para pemain. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi Legiun Veteran Republik Indonesia. Untuk itu kami mengucapkan salut dan terima kasih atas undangan untuk menonton drama musikal ‘Mar’ ini,” ucapnya.

Cerita drama musikal “Mar”, menurut Waketum II DPP LVRI  sangat menyentuh dan mengingatkan kita semua akan perjuangan dalam peristiwa sejarah Bandung Lautan Api. Dengan menonton drama musikal itu, generasi muda akan mengerti bahwa Kemerdekaan Indonesia diraih tidak gratis, tapi  semuanya diperjuangkan dengan perjuangan, darah, air mata, dan harta benda. “Karena itu kewajiban kita semua untuk mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan Indonesia dengan mewariskan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 1945 (JSN ’45),” katanya.

Pada kesempatan itu, Marsekal Madya TNI (Purn) Wresniwiro menjelaskan tentang Veteran RI yang terdiri atas Veteran Pejuang Kemerdekaan RI, Veteran Pembela Trikora, Veteran Pembela Dwikora, Vetera Pembela Seroja, Veteran Perdamaian RI, dan Veteran Anumerta.

Mengakhiri sambutan singkatnya, Waketum II DPP LVRI memekikkan kata “Merdeka” sambil mengepalkan tangan ke atas yang disambut oleh  Keluarga Besar LVRI, Pimpinan dan anggota ArtSwara, pemain drama, serta tamu undangan dengan pekik “Merdeka”.

Para pemain pun kemudian turun panggung dan menyalami Keluarga Besar LVRI. (ori)