[13.02, 14/9/2026] +62 814-1010-1481: Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI Purn HBL Mantiri mengemukakan bahwa mewariskan nilai kejuangan ’45 para pendahulu kita merupakan tanggung jawab bersama semua komponen bangsa, baik pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, sektor swasta dan lingkungan media untuk saling menguatkan empat komponen bangsa.
Hal itu dikemukakan Ketua Umum DPP LVRI dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekjen DPP LVRI Laksdya TNI Purn Djoko Sumaryono pada acara Pembukaan Pelatihan Calon Sosialisator Jiwa, Semangat, Nilai-nilai 1945 (JSN ’45) di Hotel Kristal Kupang, NTT, Senin (14/9/2026) pagi.
Pelatihan yang diikuti oleh 32 Kepala Sekolah/Guru di Kupang itu berlangsung hingga tanggal 19 September 2026.
Pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan pelatih dan peserta oleh Sekjen DPP LVRI.
Menurut Ketua DPD LVRI Provinsi NTT AKBP Purn Stefanus Djawa Botha, sasaran pelatihan yang baru pertama kali diadakan di Provinsi NTT adalah sosialisator yang memahami JSN ’45, sehingga mampu menjelaskan, menyosialisasikan, dan mewariskannya kepada generasi penerus bangsa.
Pembukaan pelatihan disemarakkan oleh tampilnya gadis-gadis cantik dari Sanggar Jehova yang membawakan Tarian Oa Mbele dari Sikka, Maumere.
Pada acara yang dihadiri Wakil Ketua Umum PP PIVERI drg. Titiek Djoko Sumaryono, Sp. Ort dan Kepala Departemen Pewarisan JSN ’45 DPP LVRI Mayjen TNI Purn H Rudjiono, Ketua Umum DPP LVRI mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur NTT, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang telah berkolaborasi dengan DPD LVRI Provinsi NTT untuk terselenggaranya pelatihan.
Materi pelatihan meliputi pedoman pewarisan JSN ’45, Pancasila dan UUD 1945, masalah aktual, sejarah perjuangan Kemerdekaan RI, nilai-nilai kejuangan (JSN ’45), pengantar diskusi, pengantar praktik dan peragaan sosialisasi, ulasan diskusi, dan ulasan praktik sosialisasi.*
Pada acara pembukaan pelatihan, Ketua Umum DPP LVRI menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban atas bencana yang terjadi di NTT. “Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. Sedangkan bagi mereka yang terdampak dan sedang menghadapi kesulitan, semoga segera mendapat pertolongan dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.

