Ketua Delegasi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada Working Committee Meeting (WCM) ke-7 VECONAC (Veteran Confederation of ASEAN Countries) tahun 2026 Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro (Waketum II DPP LVRI) merasa bersyukur dua usulan LVRI pada WCM ke-7 VECONAC semuanya masuk dalam resolusi yang akan dibawa ke General Assembly (GA) ke-25 VECONAC, di Phnom Penh, Kamboja, Oktober 2026

Alhamdulillah, dalam situasi global yang kurang menguntungkan, kita  bisa melaksanakan WCM secara daring,” kata Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro seusai memimpin delegasi LVRI pada WCM ke-7 VECONAC tahun 2026, di Aula Karya Dharma, Gedung Veteran, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Untuk “menghadiri” WCM tersebut, LVRI telah mempersiapkan diri satu bulan lalu, sehingga komunikasi dengan Kamboja berlangsung lancar, baik suara maupun video.

Menjawab pertanyaan mengenai dua usulan LVRI pada WCM ke-7 itu, Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro menjelaskan bahwa delegasi LVRI mengusulkan pemberian medali kepada Presiden VECONAC tahun 2025 yaitu Jenderal TNI  (Purn) HBL Mantiri (Ketua Umum DPP LVRI), Sekjen VECONAC 2025 yaitu Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumaryono (Sekjen DPP LVRI), dan Bendahara VECONAC 2025 yaitu Brigjen TNI (Purn) Yayat Rochadiyat (Bendahara DPP LVRI). ”Usulan itu telah diterima masuk resolusi yang akan dibawa ke General Assembly, Oktober 2026 di Kamboja,” jelasnya.

Usulan lainnya yang juga diterima adalah pemberian sertifikat kepada pejabat yang terlibat langsung pada kegiatan WCM dan GA pada tahun 2025 di Yogyakarta dan Jakarta, yaitu Ketua Panitia Komjen Pol (Purn) Dr. Ito Sumardi (Ketua Wantimpus LVRI), Wakil Ketua Panitia/Ketua Delegasi LVRI Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro, Djangkung Sudjarwadi, S.H., L.LM (Anggota Wantimpus LVRI), Mayjen TNI (Purn) Abdul Ghani (Kadep Hubanlem DPP LVRI), dan Ambassador Nur Syahrir Rahardjo (Karo Hubungan Luar Negeri).

Djangkung Sudjarwadi yang juga merasa bersyukur menambahkan dengan situasi dan kondisi sosial ekonomi, maka atas permintaan Kamboja sebagai tuan rumah; WCM ke-7 VECONAC 2026 dilaksanakan secara daring. “Delegasi LVRI siap mengikuti General Assembly di Phnom Penh, Kamboja bulan Oktober mendatang,” tambahnya.

Berlangsung sukses

PelaksanaanWCM ke-7 VECONAC tahun 2026 secara daring/virtual dari Kamboja yang diikuti oleh para Veteran anggota VECONAC  di  negara masing-masing, Senin (22/6/2026)  berlangsung sukses. Dari pagi, Pimpinan Veteran-veteran anggota VECONAC dari 10 negara telah tampil di layar monitor untuk mengikuti WCM secara daring.

WCM ke-7 VECONAC tahun 2026 dibuka pagi hari dan sore harinya ditutup oleh Sekjen Veteran Kamboja Jenderal Meas Savan. Veteran Kamboja menjadi Ketua VECONAC tahun 2026 dengan Ketua Veteran Kamboja Jenderal Kun Kim sebagai Presiden VECONAC tahun 2026. Kamboja menerima kepemimpinan VECONAC dari LVRI yang menjadi Ketua VECONAC tahun 2025.

Di Markas Besar LVRI,  Jakarta pelaksanaan WCM ke-7 VECONAC 2026, delegasi LVRI dipimpin oleh  Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro (Wakil Ketua Umum II DPP LVRI) dengan anggota delegasi LVRI adalah Mayjen TNI (Purn) Abdul Ghani (Kadep Hubanlem DPP LVRI), Ambassador Nur Syahrir Rahardjo (Karo Hubungan Luar Negeri),  Marsma TNI (Purn) Emanuel Sugiharto (Karo Hubungan Dalam Negeri), dan Dian Noviarsih Sudarsono (Staf Departemen Hubanlem DPP LVRI). Selain itu pada Bisnis Forum WCM ke-7 VECONAC, delegasi LVRI dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Dr. Ito Sumardi (Ketua Wantimpus LVRI), Marsda TNI (Purn) Suparman Natawikarta (Ketua YGVRI), dan Djangkung Sudjarwadi, S.H., L.LM (Anggota Wantimpus LVRI).

Kegiatan WCM ke-7 VECONAC tahun 2026 ini merupakan agenda tahunan yang tahun 2026 ini dilaksanakan secara daring/virtual. Agenda ini menjadi forum rutin yang mempertemukan para delegasi dari 10 negara anggota Veteran ASEAN guna membahas perkembangan dunia, memperkuat kerjasama, dan  mengevaluasi hasil kesepakatan sebelumnya.

          WCM ke-7 tahun 2026 dilaksanakan dalam tiga hari secara daring. Hari pertama difokuskan pada uji jaringan dan persiapan teknis, termasuk pelaksanaan technical meeting untuk memastikan seluruh jaringan komunikasi antar-negara berjalan tanpa kendala. Di Markas Besar LVRI, dilakukan penataan ruangan, panggung, pemasangan backdrop, dan menyusun layout ruangan.

          Hari kedua dimulai dengan “kehadiran” para delegasi dan pembahasan agenda WCM ke-7. Hari ketiga (Senin, 22/6/2026) setelah pembukaan, dilakukan laporan-laporan dan diskusi untuk membahas draft resolusi yang diajukan oleh negara-negara anggota VECONAC, yaitu Kamboja sebagai tuan rumah, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Myanmar, Filipina, Laos, dan Vietnam.

Draft resolusi yang diajukan oleh negara-negara  anggota VECONAC pada WCM ke-7 menjadi bagian utama dalam pembahasan agenda. Forum yang dilaksanakan secara daring/virtual itu, sebagai dasar untuk merumuskan arah kebijakan dan kerjasama negara-negara VECONAC dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan para Veteran di negara-negara ASEAN.

Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Business Forum pada siang harinya. Kedua kegiatan itu  untuk membahas agenda pertemuan yang akan dilakukan pada Forum Executive Board Meeting (EBM) ke-38 dan General Assembly (GA)  ke-25 VECONAC di Phnom Penh, Kamboja, bulan Oktober 2026.

WCM ke-7 VECONAC tahun 2026 berlangsung penuh rasa kebersamaan, komitmen, dan keseriusan seluruh peserta guna merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. (ori)