Merdeka!
HINGGA saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak atau belum tahu persis tentang Veteran Republik Indonesia (RI). Jangankan masyarakat umum, para pejabat negara pun —termasuk para wakil rakyat— masih tidak tahu persis apa itu Veteran RI. Masyarakat tahunya Veteran adalah punawirawan/pensiunan, baik dari ABRI/TNI maupun Polri.
Di usia ke-81 Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2026 ini, sudah seyogyanya masyarakat luas mengetahui Veteran RI. Karena ada yang mengatakan jika di negara kita ini tidak ada Veteran yang merupakan pejuang, belum tentu Indonesia merdeka.
Akibat ketidaktahuan tersebut, banyak kalangan yang acuh tak acuh kepada para Veteran RI. Padahal para Veteran RI yang masih berdiri hingga saat ini, sangatlah besar jasanya terhadap bangsa dan negara. Bahkan di dunia internasional.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia disebutkan Veteran Republik Indonesia adalah Warga Negara Indonesia yang bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi yang diakui oleh pemerintah yang berperan secara aktif dalam suatu peperangan menghadapi negara lain dan/atau gugur dalam pertempuran untuk membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau Warga Negara Indonesia yang ikut secara aktif dalam pasukan internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melaksanakan misi perdamaian dunia, yang telah ditetapkan sebagai penerima Tanda Kehormatan Veteran Republik Indonesia.
Pada momentum Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus dan Hari Kemerdekaan RI yang kita peringati tanggal 17 Agustus, mari kita sejenak merenung dan mengingat kembali para pejuang bangsa yang telah banyak berkorban jiwa, raga, dan harta benda; sehingga Bangsa Indonesia berhasil melepaskan diri dari cengkeraman penjajah. Tanpa perjuangan para pandahulu, belum tentang kehidupan tercapai seperti saat ini.
Sebagai generasi penerus, mari kita isi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan berkontribusi positif dalam setiap lini pembangunan dan mencerdaskan bangsa menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Apalagi jika mengingat bahwa “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para Pahlawannya”. Untuk itu jiwa semangat nilai-nilai 1945 (JSN ’45) sebagai modal utama bangsa yang harus melekat menjadi jiwa bangsa dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.*
Baca Majalah (PDF)