PRAJURIT TIDAK PERNAH PENSIUN
Ketua Badan Pertimbangan Pusat (Batimpus) PPAD Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri yang juga Ketua Umum DPP LVRI mengingatkan bahwa Prajurit TNI Angkatan Darat tidak pernah pensiun. Purna berarti paripurna, bukan berarti habis, yang selesai adalah jabatan, kewenangan, dan hak memberi perintah.
“Yang tetap adalah Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan hanya medannya yang berganti,” kata Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri pada acara Pembekalan kepada Purnawirawan Pati tahun 2026, di Aula AH Nasution Mabesad, Jakarta, Rabu (28/10/2026) siang.
Purnawirawan Jenderal Bintang empat yang tetap energik dan bicaranya lantang itu mengemukakan tiga hal yang hilang di tahun pertama pensiun, yaitu hilangnya struktur. Untuk itu Purnawirawan agar membuat jadwal sendiri, karena disiplin kini datang dari diri sendiri. Yang hilang berikutnya adalah panggilan dari “siap Jenderal” atau “siap Komandan”, karena Purnawirawan menjadi warga biasa.
Yang juga hilang adalah lingkaran. Karena itu rawatlah hubungan kawan seangkatan dan hadirlah di PPAD daerah. “Kesepian, musuh yang diam-diam,” jelasnya.
“Masa purna tugas adalah waktu membayar utang kepada keluarga yang ikut berkorban,” kata Ketua Batimpus PPAD itu lagi. Karena itu, para Purnawirawan TNI Angkatan Darat agar menjaga marwah, yaitu tiga peringatan. Pertama, sahabat baru yang mereka butuh kemampuan Purnawirawan atau hanya pangkatnya. “Tapi, jangan jadi beking,” katanya.
Kedua, uang pensiun. Di sini disebutkan tidak ada untung besar. Kalau ragu, bicarakan dulu. Ketiga, ucapan. “Satu unggahan bisa dibaca sebagai suara Angkatan Darat. Kritik dengan data dan santun,” jelasnya.
Di hadapan 229 Purnawirawan Pati TNI Angkatan Darat yang akan melaksanakan Wisuda Purnawira pekan kedua November 2026 itu, Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri meneguhkan bahwa Purnawirawan TNI Angkatan Darat cukup tetap berguna, karena Purnawirawan adalah teladan, yaitu bisa memimpin tanpa jabatan di lingkungan RT, RW, rumah ibadah, dan kampung halaman.
Purnawirawan TNI Angkatan Darat juga perekat, karena pernah memimpin Prajurit TNI dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, agar tenangkan dan satukan masyarakat. Purnawirawan TNI Angkatan Darat adalah pewaris nilai, karena pernah bicara di sekolah dan kampus. Untuk itu agar mereka membimbing Perwira muda dan tuliskan pengalaman.
Diingatkan oleh lulusan AMN tahun 1962 itu bahwa para Purnawirawan TNI Angkatan Darat tidak berjalan sendirian, karena ada PPAD yaitu rumah pertama yang hadir dan terlibat di provinsi dan kabupaten. Selain itu, ada LVRI yang memperjuangkan pengakuan Veteran Operasi Seroja hingga tahun 1999. “Veconac, yaitu persaudaraan Veteran 10 negara ASEAN dengan modal diplomasi,” katanya.
Kepada para Purnawirawan TNI Angkatan Darat yang dipanggilnya “adik”, Jenderal TNI (Purn) HBL menyampaikan lima pesan, yaitu para Purnawirawan TNI Angkatan Darat tetap prajurit. “Seragam boleh dilepas, Sapta Marga tidak,” katanya tegas.
Agar dikelola peralihan yakni disiplin sendiri, rendah hati, dan rawat persahabatan. “Pulanglah sepenuhnya kepada keluarga. Jaga nama baik. Jangan pinjamkan pangkat kepada siapapun. Tetap berguna sebagai teladan, perekat, dan pewaris nilai,” ujarnya.
Di akhir pembekalannya, Ketua Batimpus PPAD mengingatkan para Purnawirawan TNI Angkatan Darat agar tidak perlu panik menghadapi masalah. Tetapi sabar, bukan berarti berpangku dagu.
Di tempat sama, sebelumnya beberapa pejabat juga menyampaikan pembekalan, yaitu Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.Sos., M.Si. yang diwakili oleh Wakasad Letjen TNI Tri Budi Utomo; Dirut Asabri, Dirut BPJS Kesehatan, Plt Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin Simanjuntak, S.IP., M.Sc.; Wakil Ketua Batimpus PPAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Dr. (HC) Ignasius Jonan, S.E., M.A.; dan Jenderal TNI (Purn) LB Panjaitan. *